Pages

Tampilkan postingan dengan label artikel kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2015

Penampungan Sampah Rumah Sakit

Setiap unit di Rumah Sakit hendaknya menyediakan tempat penampungan sementara sampah dengan bentuk, ukuran dan jenis yang sama. Jumlah penampungan sementara sesuai dengan kebutuhan serta kondisi ruangan.
Sarana penampungan untuk sampah medis diletakkan pada tempat pasien aman dan hygiene. Wadah penampungan yang digunakan harus tidak mudah berkarat, kedap air, memiliki tutup yang rapat, mudah dibersihkan, mudah dikosongkan atau diangkut, tidak menimbulkan bising dan tahan terhadap benda tajam dan runcing.
Penampungan dilakukan bertujuan agar sampah yang diambil dapat dilakukan pengolahan lebih lanjut atau pembuangan akhir (Candra, 2007).
Sampah biasanya ditampung di tempat produksi di tempat produksi sampah untuk beberapa lama. Untuk itu setiap unit hendaknya disediakan tempat penampungan dengan bentuk, ukuran dan jumlah yang disesuaikan dengan jenis dan jumlah sampah serta kondisi setempat. Sampah sebaiknya tidak dibiarkan di tempat penampungan terlalu lama. Kadang-kadang sampah juga diangkut langsung ke tempat penampungan blok atau pemusnahan. Penyimpanan sampah medis padat harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam (Depkes RI, 2004).
Menurut WHO (2005), pada fasilitas penampungan perlu diperhatikan sebagai berikut:
1.      Area penampungan harus memiliki lantai yang kokoh, impermiabel dan drainasenya baik (lantai itu harus dibersihkan dan didesinfeksi).
2.      Adanya persediaan air untuk tujuan pembersihan.
3.      Area penampungan harus mudah dijangkau oleh staf yang bertugas menangani sampah.
4.      Ruangan atau area penampungan harus dapat dikunci untuk mencegah masuknya mereka yang tidak berkepentingan.
5.      Adanya kemudahan bagi kendaraan pengumpul sampah.
6.      Terhindar dari sinar matahari.
7.      Area penampungan jangan sampai mudah dimasuki oleh serangga, burung dan binatang lainya.
8.      Lokasi penampungan tidak boleh berdekatan dengan lokasi penyimpanan makanan mentah atau lokasi penyimpanan makanan.
9.      Adanya perlengkapan kebersihan, alat pelindung dan kantong limbah.
Menurut Depkes RI, 2002 Tempat-tempat penampungan sampah hendaknya memenuhi persyaratan minimal sebagai berikut:
1.      bahan tidak mudah karat
2.      kedap air, terutama untuk menampung sampah basah
3.      bertutup rapat
4.      mudah dibersihkan
5.      mudah dikosongkan atau diangkut
6.      tidak menimbulkan bising
7.      tahan terhadap benda tajam dan runcing.
Kantong plastik pelapis dan bak sampah dapat digunakan untuk memudahkan pengosongan dan pengangkutan. Kantong plastik tersebut membantu membungkus sampah waktu pengangkutan sehingga mengurangi kontak langsung mikroba dengan manusia dan mengurangi bau, tidak terlihat sehingga memberi rasa estetis dan memudahkan pencucian bak sampah.
Penggunaan kantong plastik ini terutama bermanfaat untuk sampah laboratorium. Ketebalan plastik disesuaikan dengan jenis sampah yang dibungkus agar petugas pengangkut sampah tidak cidera oleh benda tajam yang menonjol dari bungkus sampah. Kantong plastik diangkat setiap hari atau kurang sehari apabila 2/3 bagian telah terisi sampah . Untuk benda-benda tajam hendaknya ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol atau karton yang aman (Depkes RI, 2004).
Unit laboratorium menghasilkan berbagai jenis sampah. Untuk itu diperlukan tiga tipe dari tempat penampungan sampah di laboratorium yaitu tempat penampungan sampah gelas dan pecahan gelas untuk mencegah cidera, sampah yang basah dengan solvent untuk mencegah penguapan bahan-bahan solvent dan mencegah timbulnya api dan tempat penampungan dari logam untuk sampah yang mudah terbakar.
Hendaknya disediakan sarana untuk mencuci tempat penampungan sampah yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Untuk rumah sakit kecil mungkin cukup dengan pencuci manual, tetapi untuk rumah sakit besar mungkin perlu disediakan alat cuci mekanis. Pencucian ini sebaiknya dilakukan setiap pengosongan atau sebelum tampak kotor. Dengan menggunakan kantong pelapis dapat mengurangi frekuensi pencucian. Setelah dicuci sebaiknya dilakukan disinfeksi dan pemeriksaan bila terdapat kerusakan dan mungkin perlu diganti.

Pemilahan Sampah Medis Rumah Sakit

Didalam pengolahan sampah layanan kesehatan secara efektif adalah pemilahan dan identifikasi sampah. Penanganan, pengelolaan dan pembuangan akhir sampah akan menurunkan biaya yang dikeluarkan serta memberikan manfaat yang lebih banyak dalam melindungi masyarakat.
            Proses pemilahan dilakukan kedalam beberapa kategori, antara lain: benda tajam, sampah non benda tajam infeksius dan sampah tidak berbahaya (sampah rumah tangga).
Pemilahan merupakan tanggung jawab yang dibedakan pada produsen sampah dan harus dilakukan sedekat mungkin dengan tempat yang dihasilkannya sampah dan dapat memberikan penurunan yang berarti dalam kuantitas sampah layanan kesehtan yang membutuhkan pengolahan khusus.
Berapa cara dalam pemilahan sampah medis yaitu:
1.      Pemilahan sampah harus dilakukan mulai dari sumber yang menghasilkan sampah tersebut.
2.    Sampah benda tajam harus dikumpulkan dalam satu wadah dengan memperhatikan terkontaminasi atau tidaknya wadah tersebut harus anti bocor, anti tusuk dan tidak mudah untuk di buka sehingga orang yang tidak berkepentingan tidak dapat membukanya.
3.      Jarum syringe harus dipisahkan sehingga tidak dapat digunakan lagi.
     Sampah yang telah dipilahkan akan dikumpulkan oleh petugas kebersihan dan akan diangkut ke titik pengangkutan lokal. Kontainer untuk pengumpulan sampah harus terbuat dari bahn yang padat (solid), berwarna relatif terang, stainless dan tahan air. Kontainer untuk pengumpulan sampah medis padat infeksius dan citotoxic harus dibersihkan dan disenfeksi sebelum digunakan ulang. Kantong pelastik yang telah dipakai sama sekali tidak boleh digunakan kembali.
            Sampah infeksius, sampah pathologi dan sampah domestik harus dikumpulkan secara reguler. Sampah harus dikumpulkan setiap harinya bila 2/3 bagian telah terisi sampah. Jenis lain dari sampah (misalnya benda tajam) dapat dikumpulkan dengan frekuensi yang lebih rendah (setelah container penuh 2/3). Sampah farmasi dan sampah kimia dapat dikumpulkan atas permintaan dan setelah memberitahukan kelayanan pengumpulan. (Wagner, 2007)

Pengelolaan Sampah Rumah Sakit

Pengelolaan sampah Rumah Sakit harus dilakukan dengan benar dan efektif dan memenuhi persyaratan sanitasi. Sebagai sesuatu yang tidak digunakan lagi, tidak disenangi, dan yang harus dibuang maka sampah tentu harus dikelola dengan baik. Syarat yang harus dipenuhi dalam pengelolaan sampah ialah tidak mencemari udara, air, atau tanah, tidak menimbulkan bau (segi estetis) tidak menimbulkan kebakaran, dan sebagainya.
Selain itu, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.
Menurut Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit didalam pelaksanaan pengelolaan sampah setiap rumah sakit harus melakukan reduksi sampah dimulai dari sumber, harus mengelola dan mengawasi penggunaan bahan kimia yang berbahaya dan beracun, harus melakukan pengelolaan stok bahan kimia dan farmasi. Setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan sampah medis mulai dari pengumpulan, pengangkutan, dan pemusnahan harus melalui sertifikasi dari pihak yang berwenang.
Hal ini dapat dilaksanakan dengan melakukan :
1.      Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan sampah sebelum membelinya.
2.      Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
3.      Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
4.      Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi sampah seperti dalam kegiatan perawatan dan kebersihan.
5.      Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi sampah bahan berbahaya dan beracun.
6.      Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
7.      Menggunakan bahan-bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
8.      Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
9.      Mengecek tanggal kadaluarsa bahan-bahan pada saat diantar oleh distributor.
Hal ini dilakukan agar sampah yang dihasilkan dari rumah sakit dapat dikurangi sehingga dapat menghemat biaya operasional untuk pengelolaan sampah. (Dekpes. RI, 2004)
Menurut Candra, 2007 Pengelolaan sampah rumah sakit sangat diperlukan adanya suatu kebijakan dari manajemen dan prosedur-prosedur tertentu yang berhubungan dengan segala aspek dalam pengelolaan sampah rumah sakit.
            Pengelolaan sampah layanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hygiene rumah sakit dan pengendalian infeksi. Sampah layanan kesehatan sebagai reservoir mikroorganisme pathogen, yang dapat menyebabkan kontaminasi dan infeksi. Jika sampah tidak dikelola dengan tepat, mikroorganisme dapat berpinadah melalui kontak langsung, diudara atau melalaui vector (lalat, tikus dan lain-lain).
            Pada proses pengelolaan sampah diperlukan juga perangkat penunjang merupakan sarana dan prasarana yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Perangkat tersebut harus mempertimbangkan aspek ketersediaan anggaran, jumlah kunjungan dan lama rawat inap pasien, serta berbagai pertimbangan teknis yang lain. Perangkat penunjang yang digunakan, antara lain:
1.      Wadah penampungan
2.      Sarana pengangkutan
3.      Sarana pembuangan dan pemusnahan
Menurut Wakner, 2007 secara umum pasilitas pelayanan kesehatan pada tingkat kabupaten kebawah harusnya terhindar dari pengolahan sampah oleh mereka sendiri tapi sampah harus diserahkan untuk diolah ke institusi khusus. Dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dari solusi pengolahan yang berbeda. Kesehatan masyarakat dan resiko kesehatan kerja dalam menggunakan sistim pengelolaan limbah layanan kesehatan sebagai berikut:
1.      Pembakaran atau pengolahan menggunakan steam/uap (autoclave)
2.      Suhu tinggi, incinerator bahan bakar minyak sekala menengah
3.      Suhu tinggi incinerator bio-mass sekala kecil
4.      Pengontrolan sanitasi lokasi penimbunan tanpa pengolahan tapi paling sedikit sehari-hari sampah tertanggulagi.
Pengelolaan sampah merupakan rangkaian kegiatan yang mencakup penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengelolaan sampah termasuk penimbunan hasil pengolahan terakhir (BAPEDAL,1997).
Menurut Depkes RI (1997), bahwa pengelolaan sampah rumah skit terdiri dari Pemilahan, Penampungan, Pengangkutan dan Pembuangan Akhir.

Selasa, 20 Januari 2015

Contoh SAP Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)




SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
(SAP)
Topik                            : Cara Mencuci Tangan Yang Baik
Sasaran                       : Murid SD Pengadegan
Jumlah                         : 40 Orang
Hari/tanggal                : selasa, 2 September 2014
Waktu                          : 30 menit

A. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, adik-adik SD Pengadegan  mampu mengerti, memahami dan dapat mempraktekan tentang cara mencuci tangan yang benar dan sehat.

B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran selama 30 menit tentang cara mencuci tangan yang benar dan sehat, adik-adik SD 03 Kutawaru  dapat:
1. Menjelaskan pengertian mencuci tangan
2. Menyebutkan tujuan mencuci tangn
3. Menjelaskan kapan waktu mencuci tangan
4. Menyebutkan alat-alat yang diperlukan dalam mencuci tangan
5. Mendemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar dan sehat

Tanda Ibu hamil akan Mengalami Keguguran


Penyebab Terjadinya Keguguran

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keguguran adalah:
  • Adanya kelainan pada janin yang disebabkan kelainan kromosom, yang terjadi saat berlangsungnya proses pembuahan. Akibatnya, embrio yang terbentuk cacat dan dikeluarkan tubuh.
  • Adanya kelainan pada ibu, seperti kelainan pada sisterm hormonal (bisa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah), sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun, dan penyakit berat yang diderita si ibu hamil.
  • Adanya kelainan pada rahim. Kelainan yang paling umum terjadi adalah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan dalam rahim yang terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan hingga akhir trimester pertama.
  • Penyebab lain adalah infeksi, seperti terkena virus TORCH, HIV, Hepatitis dll.
  • Keguguran juga dapat diakibatkan oleh gaya hidup. Wanita yang cenderung merokok, mengkonsumsi minuman keras, obesitas atau berat badan kurang dapat memiliki gangguan hormon yang berakibat gangguan kehamilan.

Tanda-Tanda Keguguran

Sebelum keguguran benar-benar terjadi, biasanya ada beberapa tanda yang menunjukkan adanya sesuatu yang tidak betul pada proses kehamilan. Tanda-tanda terjadinya keguguran yaitu:
  • Perdarahan
    Perdarahan adalah tanda yang paling umum. Perdarahan yang terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai perdarahan hebat. Kadang-kadang terdapat bagian jaringan yang robek yang ikut keluar bersamaan dengan darah. Misalnya, bagian dari jaringan dinding rahim yang terkoyak atau kantung ketuban yang robek.
  • Kram atau Kejang Perut
    Tanda ini rasanya mirip seperti kram perut pada awal datang bulan. Biasana kram ini berlangsung berulang-ulang dalam periode waktu yang lama. Kram atau kejang juga dapat terjadi di daerah panggul
  • Nyeri Pada Bagian Bawah Perut
    Rasa nyeri pada bagian bawah perut terjadi dalam waktu cukup lama. Selain di sekitar perut, rasa sakit juga dapat terjadi di bagian bawah panggul, selangkangan, dan daerah alat kelamin. Nyeri ini terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan.

Minggu, 18 Januari 2015

Menyusui saat hamil

Secara umum menyusui saat hamil adalah boleh dan tidak masalah, alias
aman untuk dilakukan, asalkan ibu tetap harus menjaga makanan yang baik
dan bergizi serta banyak minum cairan.

Bahkan banyak ibu yang tidak hanya tetap menyusui saat hamil, tetapi
juga melanjutkan pemberian ASI setelah melahirkan. Jadi kedua anak bayi
nya diberi ASI bersamaan (bergantian tentunya), dan itu aman aman saja
untuk dilakukan.

Mungkin sebagian ibu khawatir, jangan-jangan nutrisi tidak akan cukup
memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin yang dikandung sementara tetap
memberikan ASI yang cukup untuk sang kakak. Tetapi nyatanya tubuh kita
sangat luar biasa dan tahu persis apa yang harus dilakukan, jadi jangan
meng-khawatirkan hal ini. Apalagi memang selalu menjaga konsumsi Makanan
sehat untuk ibu menyusui.

Tanda awal kehamilan sebelum telat haid

Terlambat menstruasi atau telat haid merupakan tanda utama bahwa seorang
wanita dicurigai hamil. Namun terkadang banyak yang tak sabaran ingin
segera mengetahui status kehamilannya sehingga mencari tahu apakah ada

tanda awal kehamilan sebelum telat haid ?

Memang sebagian wanita bisa mengalami gejala atau tanda awal kehamilan
bahkan sebelum waktu haid berikutnya tiba. Hal ini terjadi karena
perbuhanan hormon yang bertemu dengan tubuh yang begitu sensitif
walaupun terjadi perubahan yang begitu kecil terhadap hormon pada
tubuhnya. Bahkan ketika tes kehamilan masih menunjukkan hasil yang negatif.

Mungkin Anda salah satu di antaranya, berikut tanda awal kehamilan
sebelum telat haid :

7 efek samping KB spiral atau IUD

Saat ini banyak sekali jenis atau metode kontrasepsi untuk mencegah
kehamilan, mulai dari pil KB, suntik, kondom, susuk, dan spiral (IUD).
Nah, pada kesempatan kali ini akan dibahas khusus mengenai*efek samping
KB spiral* yang tak jarang membuat takut bagi calon pengguananya.

Ya, banyak sekali ibu-ibu yang takut ketika saya sarankan untuk
menggunakan KB spiral ini, seperti takut terkena infeksi, rasa sakit,
tetap hamil (kebobolan), spiral lepas sendiri, dikomplain suami dan
masih banyak jenis keluhan lainnya yang terkait efek samping KB spiral. Namun, apakah benar demikian?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai efek sampingnya, mari kita kenali
terlebih dahulu apa itu KB spiral. KB Spiral atau IUD (/intra uterine
device/) adalah perangkat plastik berbentuk T kecil yang dimasukkan ke
dalam rahim untuk mencegah kehamilan.

Alat KB spiral atau IUD ada dua macam, yaitu:

  * *IUD Tembaga (Cu, Copper)*. Jenis IUD yang paling banyak digunakan.
    IUD tembaga ini bisa digunakan hingga 10 tahun dan merupakan salah
    satu jenis kontrasepsi yang sangat efektif.
  * *IUD hormonal*. Hormon yang terkandung adalah jenis progestin,
    levonorgestrel. IUD hormonal tampaknya sedikit lebih efektif dalam
    mencegah kehamilan daripada IUD tembaga. Durasi penggunaan 3-5 tahun.
 

Efek Samping KB Spiral atau IUD

Bolehkah Ibu hamil mengkonsumsi kopi?

Minuman kopi begitu menggoda bagi siapa saja yang pernah merasakan
manfaatnya setelah meminumnya. Ya, ini merupakan salah satu minuman yang
dapat mengembalikan semangat dan dapat menghilangkan rasa kantuk?
Rasanya tidak masalah jika minum setiap hari, namun ketika Anda sedang
hamil bolehkah minum kopi?

Seperti telah kita ketahui bahwa kopi merupakan salah satu minuman
sumber kafein,  dan efek kafien inilah yang akan kita pelajari sehingga
kita dapat menyimpulkan bolehkah ibu hamil minum kopi.

Sebagai pedoman,

    Ibu hamil harus membatasi jumlah kafein yang dikonsumsi sehingga
    tidak boleh lebih dari 200mg per hari atau setara dengan dua cangkir
    kopi instan.

*Kenapa kafein dibatasi, apa efek kafein pada ibu hamil?*

Jumat, 16 Januari 2015

Tips teknik menyusui yang benar

Pengertian Teknik Menyusui Yang Benar Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 1994). Pembentukan dan Persiapan ASI  Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan. Pada kehamilan, payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara yang dirasakan tegang dan sakit. Bersamaan dengan membesarnya kehamilan, perkembangan dan persiapan untuk memberikan ASI makin tampak. Payudara makin besar, puting susu makin menonjol, pembuluh darah makin tampak, dan aerola mamae makin menghitam. Persiapan memperlancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :

Normalkah telat haid setelah melahirkan?

Kondisi belum haid setelah melahirkan juga mempunyai penyebab lain yaitu meningkatnya jumlah hormon prolaktin. Hormon prolaktin merupakan hormon yang dapat menghambat pelepasan hormon – hormon utama dalam pematangan sebuah sel telur pada seorang wanita, hormon utama untuk pematangan telur yaitu hormon progesteron dan hormon estrogen. Dengan jumlah hormon prolaktin, hormon progesteron dan hormon estrogen yang tidak seimbang membuat wanita akan mengalami gangguan yaitu saat wanita menstruasi.
Apa Sebab Gangguan Haid Pascapersalinan

Belum haid setelah melahirkan juga dapat menjadi sebuah cara kontrasepsi alami, dimana jeda waktu antara setelah hamil dan sampai kurang lebih 6 bulan anda tidak akan mengalami kehamilan meskipun anda melakukan hubungan suami istri tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Dengan anda mengetahui ini merupakan sebuah siklus alami yang akan dirasakan oleh setiap ibu yang baru melahirkan akan membuat anda tidak perlu khawatir yang berlebihan. Untuk haid normal kembali biasanya seorang wanita akan terjadi ketika 6 bulan setelah melahirkan atau setelah ibu tidak lagi melakukan ASI ekslusif terhadap anak nya.

ANALISA MASALAH DENGAN METODE HANLON DALAM PROSES PEMECAHAN SUATU MASALAH KESEHATAN

Contoh :


1.      Masalah

a.       Angka Kematian ibu yang selalu meningkat dalam 2 tahun terakhir dan belum mencapai target sesuai MDGs yaitu AKI 102/100.000 KH.

b.       Angka Kematian Bayi yang meningkat dalam 2 tahun terakhir walaupun dibawah target pencapaian MDGs yaitu AKB 17.1.000 KH.

c.       Cakupan pneumonia dan ISPA masih jauh dari target dengan IR 1,37/1000 dan menyebabkan kematian dengan CFR 0,13% serta menduduki peringkat pertama dalam 5 tahun berturut-turut dari 10 pola penyakit di puskesmas.

d.       Keberhasilan pengobatan TB Paru masih belum mencapai target 95% dan masih banyak kasus MDR yaitu 48 orang.

e.       Pada tahun 2013 kasus dan kematian HIV/AIDS meningkat menjadi 215 kasus diantaranya 101 AIDS terdapat kematian sebanyak 34 orang. Kasus HIV/AIDS selama empat tahun terakhir terus meningkat dengan CFR 9,7%.


Sabtu, 29 November 2014

Pengertian Perilaku Kesehatan Lingkungan

Adalah bagaimana seseorang merespons lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial budaya, dan sebagainya, sehingga lingkungan tersebut tidak mempengaruhi kesehatannya. Misalnya: bagaimana mengelola pembuangan tinja, air minum, tempat sampah, pembuangan limbah, dan sebagainya.

Perilaku pemeliharaan kesehatan ( health maintanance )

Adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga
kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Oleh sebab
itu perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari 3 aspek.
a.Perilaku pencegahan penyakit, dan penyembuhan penyakit bila sakit, serta
pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit.
b.Perilaku peningkatan kesehatan, apabila seseorang dalam keadaan sehat. Perlu
dijelaskan disini, bahwa kesehatan itu sangat dinamis dan relatif, maka dari itu
orang yang sehat pun perlu diupayakan supaya mencapai tingkat kesehatan yang
seoptimal mungkin.
c.Perilaku gizi (makanan dan minuman). Makanan dan minuman dapat memelihara
dan meningkatkan kesehatan seseorang, tetapi sebaliknya makanan dan minuman
dapat menjadi penyebab menurunnya kesehatan seseorang bahkan dapat
mendatangkan penyakit. Hal ini sangat tergantung pada perilaku orang terhadap
makanan dan minuman tersebut.

Definisi Sikap ( Attitude )

Secara umum sikap dapat dirumuskan sebagai kecendrungan untuk berespon (secara positif atau negatif) terhadap orang, obyek atau situasi tertentu. Sikap mengandung suatu penelitian emosional/afektif (senang, benci, sedih, dsb), disamping itu komponen kognitif
(pengetahuan tentang obyek itu) serta aspek konatif (kecenderungan bertindak). Dalam hal ini pengertian sikap adalah merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau obyek  (Notoatmodjo, 2003).
Menurut Allport (1954) yang dikutip Notoatmodjo (2003), sikap mempunyai tiga
komponen pokok, yaitu:
1.Kepercayaan (keyakinan), ide dan konsep terhadap suatu objek.
2.Kehidupan emosional unutk evaluasi terhdap suatu objek.
3.Kecenderungan untuk bertindak (trend to behave)

Definisi Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah orang melakukan
penginderaan terhadap suatu objek. Penginderaan terjadi melalui pancaindera
manusia, yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar
pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif
merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang.
Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang
tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2003).

Tujuan Pengolahan Air Limbah

Pada dasarnya pengolahan air limbah bertujuan untuk: 
  1. Melindungi kesehatan anggota masyarakat dari ancaman berbagai penyakit. Ini
    disebabkan karena limbah sering dipakai sebagai tempat berkembang-biaknya
    berbagai macam bibit penyakit. 
  2. Melindungi timbulnya kerusakan tanaman, terutama jika air limbah tersebut
    mengandung zat organik yang membahayakan kelangsungan hidup. 
  3. Menyediakan air bersih yang dapat dipakai untuk keperluan hidup sehari-hari,
    terutama jika sulit ditemukan air bersih.

Jumat, 28 November 2014

Kerja Obat Dalam Tubuh Manusia



Paling tidak, anda harus tahu dulu bagaimana sebenarnya perjalanan panjang obat di dalam tubuh alias “nasib obat di dalam tubuh”, sampai kemudian menimbulkan efek yaitu mengurangi rasa cemas, menghilangkan rasa sakit, menyembuhkan penyakit dan membuat rasa nyaman, atau bahkan membuat “fly”. Selain manfaatnya, tentu anda harus tahu pula akibat buruknya jika mengkonsumsi diluar aturan akibat ketagihan misalnya. Karena sesuai nama dan kegunaannya, semestinyalah obat hanya dipakai waktu tubuh memerlukannya saja.


Ada 2 istilah yang akan saya perkenalkan, yaitu:  farmakokinetik dan farmakodinamik.
  “Farmakokinetik” adalah istilah yang menggambarkan bagaimana tubuh mengolah obat, kecepatan obat itu diserap(absorpsi), jumlah obat yang diserap tubuh(bioavailability), jumlah obat yang beredar dalam darah(distribusi), di metabolisme oleh tubuh, dan akhirnya dibuang dari tubuh. Farmakokinetik menentukan kecepatan mulai kerja obat, lama kerja dan intensitas efek obat. Farmakokinetik sangat tergantung pada usia, seks, genetik, dan kondisi kesehatan seseorang.  Kondisi kesehatan maksudnya adalah, apakah seseorang itu sedang menderita sakit ginjal, sakit hati(beneran), kegemukan, kondisi dehidrasi, dll.

“Penyerapan(absorbsi)” obat ditentukan oleh antara lain, bentuk sediaan( tablet, kapsul atau sirup), bahan pencampur obat, cara pemberian obat(apakah diminum, lewat suntikan, dihirup dll). Absorbsi obat sudah dimulai sejak di mulut, kemudian lambung, usus halus, dan usus besar. Tapi terjadi terutama di usus halus karena permukaannya yang luas, dan lapisan dinding mukosanya lebih permeabel. Jadi selain pemilihan obat oleh dokter harus tepat, kondisi tubuh juga menentukan. Misalnya jika kita lagi sakit "maag" atau lagi diare, yang akan mempengaruhi proses absorbsi obat.
“Bioavailability” artinya jumlah dan kecepatan bahan obat aktif masuk ke dalam pembuluh darah, dan terutama ditentukan oleh dosis dari obat. Nah, dosis obat hanya bisa ditentukan oleh dokter yang memang belajar farmakologi. Dokter dan ahli farmasi yang belajar mulai dari obat itu terbuat dari apa, bagaimana kerja dan efek sampingnya, bagaimana menghitung dosisnya, berapa lama boleh di konsumsi dst.
Setelah obat masuk dalam sirkulasi darah, kemudian di “distribusi”kan ke dalam jaringan tubuh. Distribusi obat ini tergantung pada rata-rata aliran darah pada organ target, massa dari organ target, dan karakteristik dinding pemisah  diantara darah dan jaringan. Di dalam darah obat berada dalam bentuk bebas atau terikat dengan komponen darah albumin, gliko-protein dan lipo-protein, sebelum mencapai  organ target. Albumin dan kawan-kawan ini adalah protein dalam tubuh kita, jadi bisa di tebak kan.....pada pasien-pasien yang kurang gizi berakibat kerja obat tidak efektif dan perlu penyesuaian dosis.
Tempat utama “metabolisme”  obat di hati, dan pada umumnya obat sudah dalam bentuk tidak aktif jika sampai di hati, hanya beberapa obat tetap dalam bentuk aktif sampai di hati. Obat-obatan di metabolisme dengan cara oksidasi, reduksi, hidrolisis, hidrasi, konjugasi, kondensasi atau isomerisasi, yang tujuannya supaya sisa obat mudah dibuang oleh tubuh lewat urin dan empedu.  Kecepatan metabolisme pada tiap orang berbeda tergantung faktor genetik, penyakit yang menyertai(terutama penyakit hati dan gagal jantung), dan adanya interaksi diantara obat-obatan.  Dengan bertambahnya umur, kemampuan metabolisme hati menurun sampai lebih dari 30% karena menurunnya volume dan aliran darah ke hati. Nahhh betul....juga untuk yang sakit hatinya(bukan yang karena mangkel deh) menyebabkan metabolisme obat menurun, sehingga sisa obat tidak efektif dibuang oleh tubuh. Disini dokter harus betul-betul tepat memberikan, apakah obat bisa diberikan pada pasien-pasien yang berpenyakit hati, kalau tidak justru akan memperberat kerja hati atau malah sisa obat tidak bisa dibuang oleh tubuh...dan anda keracunan deh.
Ginjal adalah tempat utama “ekskresi”/ pembuangan obat. Sedangkan sistem billier membantu ekskresi untuk obat-obatan yang tidak di-absorbsi kembali dari sistem pencernaan.  Sedangkan kontribusi dari intestin(usus), ludah, keringat, air susu ibu, dan lewat paru-paru kecil, kecuali untuk obat-obat anestesi yang dikeluarkan waktu ekshalasi.  Metabolisme oleh hati membuat obat lebih “polar” dan larut air sehingga mudah di ekskresi oleh ginjal.  Obat-obatan dengan berat lebih dari 300 g/mol yang  termasuk grup polar dan “lipophilic” di ekskresikan lewat empedu. Ada beberapa obat yang pantang diberikan pada pasien-pasien dengan fungsi ginjal yang sudah jelek kerjanya....kalau anda tidak hati-hati dan salah makan obat bisa "mogok kerja" deh si ginjal. Saya perlu memberi tahu anda kalau gangguan ginjal itu sering kali diam-diam tapi menghanyutkan, dan akhirnya muncul dalam kondisi parah. Coba perhatikan apakah anda punya masalah sakit pinggang, sakit kencing, "anyang-anyangen" atau keluar batu waktu buang air kecil?. Coba periksakan supaya anda tidak menyesal di belakang hari.


“Farmakodinamik” menggambarkan bagaimana obat bekerja dan mempengaruhi tubuh, melibatkan reseptor, post-reseptor dan interaksi kimia. Farmakokinetik dan farmakodinamik membantu menjelaskan hubungan antara dosis dan efek dari obat. Respon farmakologis tergantung pada ikatan obat pada target. Konsentrasi obat pada reseptor mempengaruhi efek obat.
Farmakodinamik dipengaruhi oleh perubahan fisiologis tubuh seperti proses penuaan, penyakit atau adanya obat lain. Penyakit-penyakit yang mempengaruhi farmakodinamik contohnya adalah mutasi genetik, tirotoksikosis(penyakit gondok), malnutrisi(salah gizi) dll.
Untuk gampangnya begini, jika kita sudah merasakan efek-efek obat timbul….misalnya, wow…migrain-ku lenyap setelah minum analgesik, diare-ku berhenti setelah minum “obat pengampet”, sesek-ku hilang setelah minum obat asthma, stress-ku hilang setelah lihat duit…eh minum obat penenang. Nah ini yang disebut dengan istilah farmakodinamik tadi.

Ini dasarnya dulu ya, kalau anda sudah mengerti…kita akan belajar lebih dalam lagi.
Pada dasarnya, lewat artikel mengenai “obat” ini, saya mau menekankan kalau sesungguhnya obat-obatan itu tidak perlu-perlu amat buat tubuh kita selama kita memang tidak sedang sakit. Dengan catatan kita harus bisa menjaga kondisi tubuh fit, asupan makanan terpilih, cukup istirahat dan olah-raga, bisa mengelola stres dengan menyalurkannya lewat aktifitas positif…..hal-hal ini adalah obat yang sesungguhnya. Satu lagi, jangan lupa…”hati yang gembira adalah obat”