Pages

Kamis, 23 Desember 2010

DEMAM BERDARAH DENGUE


Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama dan Aedes albopictus sebagai vektor sekunder. Di Indonesia, nyamuk A.e. aegypti umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan, di mana terdapat banyak genangan air bersih dalam bak mandi ataupun tempayan. Oleh karena itu, jenis ini bersifat  urban bertolak belakang dengan   Ae. albopictus  yang cenderung berada di daerah hutan berpohon rimbun (sylvan areas).
Di Indonesia DBD pertama kali dicurigai di Surabaya pada tahun 1968, tetapi konfirmasi analisis baru diperoleh tahun 1970. Di Jakarta, kasus pertama dilaporkan pada tahun 1969. kemudian DBD berturut – turut dilaporkan di Bandung dan Yogyakarta (1972). Epidemi pertama di luar jawa dilaporkan tahun 1972. Di sumatera Barat, dan Lampung disusul Riau, Sulawesi Utara dan Bali. Saat ini DBD sudah Endemis di banyak kota besar bahkan sejak tahun 1975 penyakit ini telah berjangkit di daerah pedesaan. Sejak tahun 1994, seluruh provinsi di Indonesia telah melaporkan kasus DBD dan tahun 1996 telah bergeser dari usia anak – anak ke usia dewasa.
Sekitar 2,5 milyar (2/5 penduduk dunia) mempunyai resiko untuk terkena infeksi virus dengue. Lebih dari 100 negara tropis dan subtropis pernah mengalami letusan demam dengue dan DBD. Berdasarkan jumlah kasus DBD, Indonesia menempati urutan ke dua setelah Thailand. Dari tahun 1968-1988 selama 20 tahun selalu terjadi kenaikan jumlah kasus setiap tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan dan penyebaran kasus DBD ini sangat kompleks yaitu pertumbuhan penduduk, urbanisasi yang tidak terencana dan tidak terkontrol, tidak adanya kontrol terhadap nyamuk yang efektif di daerah endemik serta peningkatan sarana transportasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan.... di isi