Pages

Minggu, 26 Desember 2010

Asuhan pada bayi segera setelah lahir : Part II


Pemotongan dan merawat tali pusat Memotong tali pusat

          Tali pusat dipotong 3-5 cm dari dinding bayi dg gunting steril dan diikat dg pengikat steril. Apabila masih tjd perdarahan dpt dibuat ikatan baru.
Merawat tali pusat
Ø Jangan membungkus puntung tali pusat/perut bayi atau mengoleskan cairan/bahan apapun ke puntung tali pusat.
Ø Nasehati hal yg sama bagi ibu dan keluarga.
Ø Mengoleskan alkohol/betadin (terutama jika pemotong TP tdk terjamin DTT/steril), masih di perkenankan tetapi tdk dikompreskan krn menyebabkan tali pusat basah/lembab.
Ø Berikan nasehat ibu dan keluarga :
     Lipat popok dibawah puntung TP
     Jika puntung TP kotor, bersihkan hati-hati dg air DTT dan sabun, segera keringkan scr seksama dg menggunakan kain bersih.
     Jelaskan pd ibu bahwa ia hrs mencari bantuan jika TP mjd merah, bernanah/berdarah/berbau.
     Jika pangkal TP mjd merah, mengeluarkan nanah/darah segera rujuk bayi ke fasilias yg dilengkapi perawatan utk BBL.
      Evaluasi nilai APGAR
Nilai APGAR dinilai pd menit pertama, menit  kelima, dan menit kesepuluh.
Score :
7 – 10         à bayi normal = vigour baby
4 – 6 à bayi asfiksia sedang
0 – 3 à bayi asfiksia berat
      RESUSITASI
          Perlunya resusitasi harus ditentukan sblm akhir menit pertama kehidupan. Indikator penting bahwa diperlukan resusitasi ialah kegagalan nafas stlh bayi lahir.
          Urutan pelaksanaan resusitasi:
    1. Mencegah kehilangan panas dan mengeringkan tubuh bayi
    2. Meletakkan bayi dlm posisi yg benar
    3. Menbersihkan jalan nafas
    4. Menilai bayi
    5. Ventilasi Tekanan Positif
    6. Memasang kateter orogastrik
    7. Kompersi dada
    8. Intubasi Endotrakeal
      Pemberian ASI awal
àRangsangan isapan bayi pd puting susu ibu akan diteruskan oleh serabut saraf ke hipofise anterior utk mengeluarkan hormon prolaktin. Prolaktin inilah yg memacu payudara utk menghasilkan ASI. Semakin sering bayi menghisap puting susu akan semakin banyak prolaktin dan ASI dikeluarkan.
      Reflek laktasi
          Di masa laktasi, terdpt 2 mekanisme reflek pd ibu yi reflek prolaktin dan reflek oksitosin yg berperan dlm produksi ASI dan involusi uterus
          (khususnya pd ms nifas).
Pd bayi, terdpt 3 jns reflek yaitu :
  1. Reflek mencari puting susu ( rooting reflex )
          Bayi akan menoleh ke arah dimana tjd sentuhan pd pipinya. Bayi akan membuka mulutnya apabila bibirnya disentuh dan berusaha u/ menghisap benda yg di sentuhkan tsbt.
  1. Reflek menghisap ( sucking reflex )
          Rangsangan puting susu pd langit2 bayi menimbulkan reflek menghisap. Isapan ini akan menyebabkan areola dan putting susu ibu tertekan gusi, lidah dan langit2 bayi shgg sinus lacktiferus di bwh areola dan ASI terpancar keluar.
3    Reflek menelan ( swallowing reflex )
          Kumpulan ASI di dlm mulut bayi mendesak, otot2 di daerah mulut dan faring u/ mengaktifkan reflek menelan dan mendorong ASI ke dalam lambung bayi.
Keuntungan pemberian ASI :
ü Mempromosikan keterikatan emosional ibu dan bayi.
ü Memberikan kekebalan pasif yg segera kepada bayi melalui kolostrum.
ü Rangsang kontraksi uterus.
Memulai pemberian ASI
          Prinsip pemberian ASI adalah sedini mungkin dan eksklusif. BBL harus mendapat ASI dlm wkt 1 jam stlh lhr.
Memulai pemberian ASI scr dini akan :
      Merangsang produksi susu.
      Memperkuat reflek menghisap bayi. Reflek menghisap awal pd bayi paling kuat dlm beberapa jam pertama setelah lahir.
Pedoman menyusui (WHO/UNICEF, breast feeding promotion and support, 2005) :
      Mulai menyusui sgr stlh lhr (dlm wkt 1 jam)
      Jgn berikan makanan/minuman lain kpd bayi (mis. Air, madu, larutan air gula/pengganti ASI) kecuali di instruksikan oleh dokter atas alasan2 medis; sangat jarang ibu tdk memiliki air susu yg cukup shg memerlukan susu tambahan.
      Berikan ASI eksklusif slm 6 bln pertama hidupnya dan baru di anjurkan u/ memulai pemberian MPASI setelah periode eksklusif tsb.
      Berikan ASI pd bayi sesuai dorongan alamiahnya baik siang maupun mlm (8-10 x /lebih dlm 24 jam) slm bayi menginginkannya.
Posisi menyusui
ü Lengan ibu menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi (kepala dan tubuh berada pd satu grs lurus), muka bayi menghadap ke payudara ibu, hidung bayi didepan puting susu ibu. Posisi bayi hrs sedemikian rupa shg perut bayi menghadap ke perut ibu.
ü Ibu mendekatkan bayinya ke tbhnya (muka bayi ke payudara ibu) dan mengamati bayi siap menyusu : membuka mulut, bergerak mencari, dan menoleh.
ü Ibu menyentuhkan puting susunya ke bibir bayi, menunggu hingga mulut bayi terbuka lebar, kemudian mengarahkan mulut bayi ke puting susu ibu shg bibir bayi dpt menangkap puting susu tsb.

Tanda – tanda posisi bayi menyusu dg baik :
ü Dagu menyentuh payudara ibu,
ü Mulut terbuka lebar,
ü Hidung bayi mendekati dan kadang2 menyentuh payudara ibu,
ü Mulut bayi mencakup sebanyak mgkn areola (tdk hanya puting saja), lingkar areola atas terlihat lbh banyak dibandingkan lingkar areola bwh.
ü Lidah bayi menopang puting dan areola bagian bawah.
ü Bibir bawah bayi melengkung keluar.
ü Bayi menghisap kuat dan dlm, scr perlahan dan kadang2 disertai dg berhenti sesaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan.... di isi