Pages

Jumat, 28 November 2014

Anatomi Telinga dan Mekanisme Mendengar



 Anatomi Telinga dan Mekanisme Mendengar 
Telinga terdiri dari 3 bagian utama yaitu:
1.    Telinga bagian luar 
Terdiri dari daun telinga dan liang telinga (audiotory canal), dibatasi olehmembran timpani. Telinga bagian luar berfungsi sebagai mikrofon yaitu menampunggelombang suara dan menyebabkan membran timpani bergetar. Semakin tinggifrekuensi getaran semakin cepat pula membran tersebut bergetar begitu juga pulasebaliknya.
2.    Telinga bagian tengah
Terdiri atas osside yaitu 3 tulang kecil (tulang pendengaran yang halus) Martillandasan-Sanggurdi yang berfungsi memperbesar getaran dari membran timpani danmeneruskan getaran yang telah diperbesar ke oval window yang bersifat fleksibel. Ovalwindow ini terdapat pada ujung dari cochlea.
3.    Telinga bagian dalam
Yang juga disebut cochlea dan berbentuk rumah siput. Cochlea mengandung cairan, di dalamnya terdapat membrane basiler dan organ corti yang terdiri dari sel-selrambut yang merupakan reseptor pendengaran. Getaran dari oval window akanditeruskan oleh cairan dalam cochlea, mengantarkan membrane basiler. Getaran inimerupakan impuls bagi organ corti yang selanjutnya diteruskan ke otak melalui syaraf  pendengar  (nervus cochlearis)

Pengertian Gangguan Pendengaran



Adalah perubahan pada tingkat pendengaran yang berakibat kesulitan dalammelaksanakan kehidupan normal, biasanya dalam hal memahami pembicaraan.Secara kasar, gradasi gangguan pendengaran karena bising itu sendiri dapat ditentukanmenggunakan parameter percakapan sehari-hari sebagai berikut:
a.    Gradasi Parameter
Normal : Tidak mengalami kesulitan dalam percakapan biasa (6m)
Sedang : Kesulitan dalam percakapan sehari-hari mulai jarak >1,5 m
Menengah : Kesulitan dalam percakapan keras sehari-hari mulai jarak >1,5 m
Berat : Kesulitan dalam percakapan keras / berteriak pada jarak >1,5 m
Sangat berat : Kesulitan dalam percakapan keras / berteriak pada jarak <1,5m
Tuli Total : Kehilangan kemampuan pendengaran dalam berkomunikasi
b.    Menurut ISO derajat ketulian adalah sebagai berikut:
Jika peningkatan ambang dengar antara 0 - < 25 dB, masih normal
Jika peningkatan ambang dengar antara 26 - 40 dB, disebut tuli ringan
Jika peningkatan ambang dengar antara 41 - 60 dB, disebut tuli sedang
Jika peningkatan ambang dengar antara 61 - 90 dB, disebut tuli berat
Jika peningkatan ambang dengar antara > 90 disebut tuli sangat berat

Definisi kebisingan



Bising Dalam kesehatan kerja, bising diartikan sebagai suara yang dapat menurunkan pendengaran baik secara kwantitatif [ peningkatan ambang pendengaran ] maupun secarakwalitatif [ penyempitan spektrum pendengaran ], berkaitan denganfaktor intensitas, frekuensi, durasi dan pola waktu.Kebisingan didefinisikan sebagai "suara yang tak dikehendaki, misalnya yangmerintangi terdengarnya suara-suara, musik dsb, atau yang menyebabkan rasa sakit atauyang menghalangi gaya hidup. (JIS Z 8106 [IEC60050-801] kosa kata elektro-teknik Internasional Bab 801: Akustikal dan elektroakustik)".Jadi dapat disimpulkan bahwa kebisingan adalah bunyi atau suara yang tidak dikehendaki dan dapat mengganggu kesehatan, kenyamanan serta dapat menimbulkan ketulian.