Pages

Minggu, 16 September 2012

Tips menghilangkan gatal akibat bulu bambu

Nah, jika ini pertama kali Anda berkenalan dengan pohon bambu yang masih asli, belum dibersihkan oleh pedagang bambu, tips berikut bisa berguna. Dibandingkan dengan kayu, bambu memiliki banyak kelebihan. Mudah didapat sehingga murah, ulet, dan memiliki nilai artistik. Bambu sendiri banyak dimanfaatkan untuk bahan kerajinan seperti angklung, kursi, atau gazebo.
Berikut tips untuk menangkal gatalnya kulit akibat terkena bulu bambu:
  • Gosoklah kulit yang terkena bulu bambu tadi ke rambut Anda. Waktu kecil saya diajari orangtua cara ini. Begitu terkena bulu langsung kepala menjadi tujuan. Bagaimana jika yang terkena punggung atau wilayah yang sulit mempertemukan rambut kepala dengan kulit yang terkena? Ya terpaksa pinjam rambut orang lain.
  • Jika rambut tidak mau kotor, carilah daun petai cina. Gosokan ke kulit Anda yang terkena bulu bambu tadi. Biarkan beberapa saat agar daun petai tadi bekerja. Setelah selesai cucilah dengan sabun.
Bentuk kearifan tradisional ini patut kita lestarikan sebagai warisan kekayaan leluhur budaya kita.

Manfaat hubungan seksual di pagi hari

Aktivitas bercinta yang dilakukan pada pagi hari bisa menggerakkan setiap bagian otot yang ada di tubuh, serta memberi latihan bagi jantung dan paru sama seperti ketika seseorang melakukan senam aerobik.

Beberapa ahli menuturkan ada penelitian yang menunjukkan pada pagi hari jumlah sperma yang dimiliki oleh laki-laki cenderung lebih banyak dibanding waktu lain, meski jumlahnya tidak terlalu signifikan berbeda.

Selain itu setelah tidur malam yang cukup dan baik, kadar hormon seks testosteron pada laki-laki akan meningkat. Kondisi ini tentu saja mempengaruhi peningkatan perasaan seksual.

Berikut ini daftar manfaat kesehatan yang bisa didapat pasangan jika keduanya melakukan hubungan seks pagi hari:

1. Meningkatkan sirkulasi darah sehingga mengurangi atau mencegah terjadinya tekanan darah tinggi
2. Membantu mengeluarkan 300 kalori per jam
3. Mengurangi risiko terkena migrain
4. Sakit di sendi seperti arthritis cenderung mereda
5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena produksi antibodi IgA bertambah
6. Laki-laki cenderung bisa bertahan lebih lama karena lebih segar setelah istirahat malam
7. Bercinta menjadi cara yang bagus untuk membangun semangat dan energi di pagi hari
8. Membantu melepaskan hormon oksitosin yang membuat pasangan merasa semakin dekat dan bahagia.

Minggu, 05 Agustus 2012

Faktor Resiko Kanker Payudara

Kanker payudara terjadi karena adanya perubahan/mutasi tertentu pada DNA sel payudara. DNA adalah komponen kimia yang membentuk gen kita. Ada mutasi gen yang bersifat diwariskan (genetic), tetapi ada juga yang tampaknya terjadi dengan sendirinya tanpa diketahui penyebab pasti. Berikut adalah faktor resiko penyebab kanker payudara:

- Tidak memiliki anak atau hamil di usia tua
Wanita yang tidak memiliki anak atau memiliki anak pertama diatas usia 30 tahun memiliki resiko terkena kanker payudara sedikit lebih tinggi daripada yang bukan.

- Menggunakan Pil KB
Studi menemukan bahwa wanita yang menggunakan pil KB dalam jangka panjang memiliki resiko agak lebih besar terkena kanker payudara daripada yang bukan.

- Menggunakan Terapi Hormon pasca Menopause
Penggunaan kombinasi hormone (PHT) dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara maupun resiko kematian akibat kanker payudara tersebut. Peningkatan resiko ini dapat terjadi secepat 2 tahun sesudah penggunaan terapi hormone tersebut.

- Tidak Menyusui Anak
Beberapa studi menemukan bahwa menyusui anak dalam jangka panjang (1.5-2 tahun), terutama dapat agak menurunkan resiko terkena kanker payudara. Penjelasan yang mungkin adalah karena menyusui menurunkan jumlah total siklus menstruasi wanita.

- Alkohol
Penggunaan minuman berallohol amat jelas terkait dengan meningkatnya resiko terkena kanker payudara. Resiko semakin meningkat dengan jumlah alkohol yang dikonsumsi.

- Obesitas atau Kelebihan Berat Badan
Kelebihan berat badan atau obesitas ditemukan dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara, terutama bagi perempuan paska menopause.

- Kurangnya Aktivitas Fisik
Kurang berolahraga dapat meningkatkan resiko kanker payudara.