Pages

Kamis, 21 Agustus 2014

MAKALAH GARAM BERYODIUM



Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan dengan judul ”Pentingnya Pengetahuan Masyarakat daerah Pegunungan bahwa Yodium berpengaruh terhadap kesehatan.
Demikianlah makalah ini disusun semoga bermanfaat, sehingga masyarakat daerah dataran tinggi mengetahui bahwa yodium penting untuk kesehatan. Sehingga, dapat mengurangi penderita kretin.



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah kekurangan konsumsi pangan bukanlah hal baru, namun masalah ini tetap aktual terutama di negara-negara berkembang seperti halnya Indonesia.Kehidupan manusia tak dapat dipisahkan dari masalah kekurangan konsumsi pangan , sehingga kita sering menemukan ketidak mampuan masyarakat dalam hal pengelolaan makanan yang baik sesuai dengan standar gizi kesehatan.
Salah satu upaya yang mempunyai dampak cukup penting terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah peningkatan status gizi yang merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hidup dan produktivitas kerja.
Masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) khususnya Gondok telah lama dikenal di Indonesia.Hal ini terlihat dari adanya patung-patung tokoh pewayangan yang ditampilkan dengan leher yang membesar karena Gondok.Tidak hanya dalam pewayangan dalam kehidupan nyatapun di beberapa daerah dengan mudah dapat di jumpai penderita Gondok.
GAKY merupakan salah satu permasahan gizi yang sangat serius, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan antara lain ; Gondok, Kretenisme, Reterdasi Mental dan lain-lain.
Dari pemaparan diatas dapat diketahui bahwa pengaruh/dampak GAKY begitu luas, sejak masih dalam kandungan, setelah lahir sampai dewasa. Yang sangat menghawatirkan akibatnya pada susunan syaraf pusat, karena akan bepengaruh pada kecerdasan dan perkembangan sosial masyarakat dikemudian hari
1.2 Tujuan
            Makalah ini kami buat berdasarkan sumber yang jelas, dan tujuan makalah ini dibuat adalah menambah pengetahuan masyarakat dan pembaca tentang pentingnya yodium sebagai zat gizi mikro yang mempengaruhi kesehatan manusia.Dalam hal ini terutama masyarakat di daerah pegunungan yang tempat tinggalnya jauh dari permukaan laut sehingga minim akan sumber yodium yang sebagian besar bersumber dari laut. Masyarakat pun dapat mamahami akibat dari kekurangan dan kelebihan yodium terhadap kesehatan, sehingga diharapkan dapat memperkecil angka penderita kekurangan dan kelebihan yodium di Indonesia.



BAB II
PEMBAHASAN DAN ISI
2.1 PengertianYodium
Yodium adalah sejenis mineral yang terdapat di alam, baik di tanah maupun di air, merupakan zat gizi mikro yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tidak semua negara mempunyai sumber mineral yodium Indonesia merupakan salah satu dari sedikit wilayah yang beruntung mempunyai sumber yodium tersebut. Sebagian besar yodium di alam terdapat di laut di sampingterdapat lapisan dalam tanah (sumur minyak dan gas alam). Yodium bersifat menguap dan peka terhadap cahaya sehingga meskipun garam berasal dari laut secara alamiah tidak lagi mengandung yodium.
Yodium bersifat mudah menguap dan peka terhadap cahaya, sehingga meskipun garam berasal dari air lautsecara alamiah tidak lagi mengandung yodium.
Yodium ada di dalam tubuh dalam jumlah sangat sedikit, yaitu sebanyak kurang lebih 0,00004% dari berat badan atau 15-23 mg. sekitar 75% dari yodium ini ada di dalam kelenjar tiroid, yang digunakan untuk mensintesis hormone tiroksin, tetraiodotironin, dan triiodotironin. Hormon-hormon ini diperlukan untuk pertumbuhan normal, perkembangan fisik dan mental hewan dan manusia. Sisa yodium ada di dalam jaringan lain, terutama di dalam kelenjar-kelenjar ludah, payudara, dan lambung serta di dalam ginjal. Di dalam darah yodium terdapat dalam bentuk yodium bebeas atau terikat dengan protein.
2.2 Fungsi Yodium
Yodium digunakan untuk memproduksi tiroksin. Tiroksin adalah hormon yang mengatur aktivitas berbagai organ, mengontrol pertumbuhan, membantu proses metabolisme, bahkan menentukan berapa lama seseorang bertahan untuk hidup. Di dalam tubuh, yodium sangat dibutuhkan oleh kelenjar tiroid (kelenjar yang agak besar dan berada di leher depan bagian bawah). Hormon tiroid mengontrol kecepatan tiap sel menggunakan oksigen. Dengan demikian, hormone tiroid mengontrol kecepatan pelepasan energi dari zat gizi yang menghasilkan energi. Yodium berperan pula dalam perubahan karoten menjadi bentuk aktif vitamin A, sintesis protein dan absorpsi karbohidrat dari saluran cerna. Yodium berperan pula dalam sintesis kolesterol darah.
2.3 Sumber bahan makanan yang mengandung Yodium
Bahan Makanan
Berat bersih
Berat Kering
Rata-rata
kisaran
Rata-rata
Kisaran
Ikan laut
30
17-40
116
68-194
Ikan air tawar
832
163-3168
3715
417-4591
Kerang
798
308-1300
3866
1292-4987
Daging
50
27-97
-
-
Susu
47
35-56
-
-
Telur
93
-
-
-
Serealia
47
22-72
65
34-92
Buah-buahan
18
10-29
154
62-277
Kacang-kacangan
30
23-36
234
223-245
sayuran
29
12-201
385
304-636
*Rata-rata kandungan Yodium dalam bahan makanan
Yodium merupakan salah satu dari mineral yang bersifat sensitive terhadap panas dan cahaya. Yodium yang terdapat dalam bahan makanan tidak 100% masuk kedalam system pencernaan kita, proses pengolahan bahan makanan akan mengurangi ketersediaan yodium dari makanan kita. Kehilanagan yodium berbanding lurus dengan suhu dan lama waktu pengolahan makanan. Semakin tinggi suhu dan semakin lama waktu yang digunakan untuk pengolahan bahan makanan , maka semakin tinggi jumlah yodium yang berkurang. Proses penggorengan akan mengurangi kandungan yodium sebesar 20% , pemanggangan sebesar 23% , dan perebusan sebesar 58% (WHO , 1999)
Laut merupakan angka sumber utama iodium,dengan demikian makanan laut seperti ikan,kerang-kerangan serta rumput laut yang dapat dimakan merupakan sumber pangan yang kaya akan iodium.siklus ekologis iodium di alam dimulai dalam bentuk uap air laut(yang mengadung iodium) yang dibawa oleh angina wan ke wilayah daratan.uap air laut ini akan jatuh sebagai air hujan yang sebagian akan menggantikan iodium yang hilang pada lapisan permukaan tanah kendati salju,hujan, banjir dan sungai melarutkan kembali iodium dan membawanya kembali ke laut.sebagian iodium yang diperoleh dari tanah akan masuk kedalam air minum serta sejumlah kecil iodium masuk kedalam tanaman,hewan dan produk pangan yang dihasilkan seperti sereal,kacang-kacangan,buah,sayuran,daging,susu,serta telur.oleh karena itu,di daerah tempat makanan laut tidak biasa dikonsumsi dan tidak terdapat garam beryodium,asupan iodium di daerah tersebut terutama bergantung pada kandungan iodium dalam lahan yang menjadi tempat tinggal penduduk.
2.4 Angka Kecukupan Yodium
            Jumlah kebutuhan yodium setiap hari untuk mencegah terjadinya defisiensi tergantung dari usia dan kondisi fisiologi, tetapi tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Asupan Yodium yang dianjurkan dari makanan (atau AKG yodium) untuk berbagai kelompok umur dan bagi ibu hamil serta menyusui. Dapat dilihat pada tabel berikut.
Golongan umur
AKI*
(mg)
Golongan umur
AKI*
(mg)
0-16 bln
90
Wanita

7-11 bln
120
10-12 thn
120
1-3 thn
120
13-15 thn
150
4-6 thn
120
16-18 thn
150
7-9 thn
120
19-29 thn
150


30-49 thn
150
Pria
120
50 – 64 thn
150
10-12 thn
150
≥ 65 thn
150
13-15 thn
150
Hamil
+ 50
16-18 thn
150
Menyusui

19-29 thn
150
0-6 bln
+ 50
30-49 thn
150
7-12 bln
+ 50
50-64 thn
150


≥ 65 thn
150


*Angka Kecukupan Iodium
Defisiensi iodium merupakan keadaan yang prevalen di daerah pegunungan dan di daerah lain tempat terjadinya penapisan tanah(leaching of the soil) dan tempat dengan kandungan iodium yang rendah di dalam tnah serta air yang biasa dipakai untuk minum dan irigasi tanaman pangan.Defisiensi iodium juga terjadi pada dataran rendah yang jauh dari air laut seperti Afrika bagian tengah.Di negara industry,kandungan iodium dalam tanah tidak begitu penting karena pasokan pangan penduduknya lebih beragam dan pasokan itu juga berasal dari wilayah yang jauh lebih luaas sementara garam beryodium banyak tersedia
2.5 Masalah terjadinya kekurangan yodium pada masyarakat daerah pegunungan
Ketidakcukupan asupan yodium disebabkan oleh kandungan yodium dalam bahan makanan yang rendah atau mengkonsumsi garam beryodium yang rendah. Masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui manfaat dari garam beryodium merupakan salah satu penyebab rendahnya konsumsi garam beryodium. Berbagai alas an yang dikemukakan sehubungan dengan hal tersebut, antara lain garam beryodium mahal, rasanya pahit, rasanya kurang asin dibandingkan garam yang tidak beryodium.
Alasan begitu banyak orang menderita adalah bahwa makanan yang mereka makan atau tanah dari mana makanan yang mengandung yodium datang sedikit bahkan tidak ada. Semua tanah di bumi mengandung yodium. Namun, lebih dari ratusan ribu tahun, yodium telah tercuci keluar dari tanah di dua bidang utama bumi: gunung-gunung tinggi dan dataran, jauh dari lautan, yang tertutup oleh air di masa lalu.
Pegunungan tinggi pernah ditutupi dengan gletser. Sebagai gletser meleleh, mereka membawa yodium keluar dari tanah, kembali ke laut. Dengan cara yang sama, yodium dataran banjir tercuci dari tanah dan membawanya kembali ke laut sebagai air mengalir pergi. Akibatnya, gunung-gunung dan dataran tinggi jauh dari lautan adalah area dimana penyakit defisiensi yodium yang paling sering ditemukan. Di Indonesia sendiri, banyak terdapat daerah pegunungan endemin GAKY yaitu didaerah Tengger dan Dieng
Tanaman yang tumbuh di tanah tersebut kekurangan yodium. Hewan yang memakan tanaman tersebut menjadi kekurangan yodium. Jika binatang itu terjadi menjadi sapi yang menyediakan susu, anak-anak yang minum susu yang mungkin kekurangan yodium. Daging dari sapi yang juga kekurangan yodium. Hasilnya adalah masalah kesehatan besar masyarakat.
Pada daerah bawah pegunungan masyarakat masih bisa memperoleh makanan laut, namun pada masyarakat daaerah pegunungan atas masyarakat tidak bisa sering turun ke bawah untuk mencari makanan sumber laut, sehingga diperlukan beberapa alternativ lain agar masyarakat daerah pegunungan dapat memenuhi kebutuhan yodiumnya.
Jika tubuh Anda kekurangan yodium, tidak dapat memproduksi hormon tiroid yang cukup.Kekurangan ini memiliki konsekuensi yang parah pada setiap tahap kehidupan.
Kehamilan
Bahkan sebelum kehamilan, kurangnya hormon T4 memiliki efek berbahaya. Wanita yang mengalami kesulitan lebih besar hipotiroid menjadi hamil, dan mereka memiliki lebih banyak dan bayi lahir mati keguguran daripada wanita dengan fungsi tiroid yang normal.
Janin tidak mulai membuat hormon tiroid sampai minggu 24 kehamilan. Sampai saat itu, itu tergantung pada T4 ibu. Selama waktu ini, otak janin berkembang, dan seluruh rangkaian peristiwa yang menghasilkan otak yang normal membutuhkan T4 pada setiap tahap. Jika hormon ini kurang, konsekuensi yang parah.
Jika janin kekurangan hormon T4, otaknya memicu peningkatan jumlah enzim yang mengkonversi T4 ke T3 dalam otak. Bentuk enzim tidak ditemukan dalam jaringan lain, sehingga otak dapat dilindungi dari hipotiroidisme sedangkan sisanya dari tubuh tidak.
Pembentukan seluruh tubuh adalah bergantung pada T4 yang memadai. Jika hormon yang memadai tidak tersedia, anomali kongenital dapat terjadi. Bayi tidak mungkin bertahan kelahiran masa lalu banyak. Jika tidak, mungkin tidak hidup lebih dari beberapa tahun. Dalam usia nuklir, penting untuk menyadari bahwa suatu kelenjar tiroid yang tidak membuat hormon tiroid yang cukup akan mengambil sejumlah besar yodium dari sumber apapun bisa. Dalam kasus kecelakaan nuklir di mana yodium radioaktif dilepaskan, seorang ibu hipotiroid akan berkonsentrasi yodium dan menyebarkannya ke janinnya tumbuh. Jika yodium radioaktif tidak menghancurkan tiroid janin, tiroid yang setidaknya akan sangat rentan untuk mengembangkan kanker tiroid.
Masa bayi
Seorang bayi yang baru kehilangan yodium akan memiliki tanda-tanda gondok dan menunjukkan hipotiroidisme. Tergantung pada tingkat keparahan kekurangan, bayi mungkin telah kretinisme. Otak bayi yang baru lahir terus berkembang sampai dengan usia 2, sehingga memberikan yodium dimulai segera setelah kelahiran dapat mencegah keterbelakangan. Seorang bayi kekurangan yodium juga menunjukkan peningkatan kerentanan terhadap yodium radioaktif (atau yodium apapun).
Masa kanak-kanak
Yodium-kekurangan anak-anak seringkali memiliki gondok. Mereka menunjukkan kecerdasan berkurang dan fungsi motorik miskin, dan mereka mungkin tuli. Seperti bayi, anak-anak memiliki kecenderungan untuk mengakumulasi yodium dari sumber manapun dan berada pada risiko yang lebih besar dalam kasus kecelakaan nuklir.
Masa dewasa
Setelah anak-kekurangan yodium telah dewasa, gondok sering hadir pada orang dewasa kekurangan yodium, meskipun tidak selalu. Dia atau dia intelektual terbelakang dan mungkin memiliki kesulitan gerakan. Kelenjar tiroid orang ini sangat rentan terhadap radioaktivitas.
Seperti yang Anda lihat, biaya gangguan defisiensi yodium sangat besar baik bagi individu maupun masyarakat. Sebuah desa penuh dengan orang-orang yang menderita kekurangan yodium luas tidak akan dapat memerintah dirinya sendiri atau memberikan basis ekonomi yang lebih baik untuk membantu kondisi orang, atau untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
2.6 Penyakit Akibat Kekurangan Yodium
- Kretin
            Kretin merupakan akibat dari kekuranagn yodium yang paling berbahaya. Keratin merupakan akibat defisiensi yang bersifat irreversible. Penderita kretiun memiliki IQ dibawah rata-rata. Krerin pada umumnya terjadi apabila saat organogenesis terjadi defisiensi yodium. Penderita kretin akan tampak jelas pada saat anak berusia 12bulan keatas, prevalensi pada bayi yang diberikan ASI lebih kecil dibandingkan yang diberi pendamping ASI.
            Diagnosis kretin ditegakkan berdasarkan kerusakan susunan saraf pusat (SSP), dengan gejala-gejala retardasi mental, tuli preseptif , dan gangguan neuromotorik (kelemahan pada otot pangkal dan paha).
            Untuk mendiagnosis apakah bayi yang baru dilahirkan kretin atau normal, berikut adalah beberapa indicator tanda-tanda awal kretin yang dapat dipergunakan, antara lain;
- Lemas dan mengantuk terus
- Hambatan pertumbuhan
- Konstipasi
- Muka sembab, dan ekspresi bodoh
- Lidah tebal dan besar ( tampak menjulur keluar)
- Rambut kasar dan kering
- Perut buncit
- Ekstrem pendek dan gemuk
- Kulit kering dan suhu tubuh rendah
McCarrisson membagi kretin menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut;
a. Neurologik à hambatan mental, ekspresi muka bodoh, cebol, kaku otot, terkadang terdapat sturma yang benjol-benjol. Organ yang dipengaruhi adalah telinga ( labirin dan rumah siput) dan otak. Ini terjadi karena difisiensi yodium pada trismester ke1 dan ke2 pada saat kehamilan.
b. Myxodema à hambatan metabolism tingkat tinggi, hipotiroid, tubuh lebih pendek dari neurological kretin, bisu – tuli , spastic. Ini terjadi karena difisiensi yodium pada akhir kehamilan, dan dilanjutkan pada tahun pertama pada si anak.
2.7 Penanggulangan Masalah GAKY
            Penaggulangan masalah GAKY dapat dilakukan dengan berbagai dengan berbagai cara. Beberapa cara telah dilakukan antara lain;
- Fortifikasi yodium pada garam
Meskipun merupakan cara paling murah dan mudah, namun bukan berarti tidak ada kendala, kendala-kendala tersebut diantaranya ;
a. Produksi garam tidak tersentralisasi sehingga pemerintah keselitan untuk memonitoring penyebarannya.
b. Cara pengolahan garam beryodium sebaiknya ditambahkan pada saat akan disantap, agar kadar yodiumnya tidak berkurang pada saat pemasakan. Masakan yang pedas dan asam ternyata akan menghilangkan kadar yodium.
c. Penerimaan masyarakat yang minim. Karna sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa garam beryodium rasanya kurang asin, dan rasanya pahit, juga lebih mahal daripada garam biasa.
- Suplementasi kapsul yodium
Di Indonesia, pemberian kapsul yodium (yodiol) dilakukan sejak tahun 1992. Sasaran utama adalah murid SD di daerah endemic. Saat ini sasaran pemberian kapsul yodiol adalah wanita hamil dan WUS, denagn harapan akan mencegah lahirnya penderita kretin baru.
- Suplementasi yodium pada hewan ternak
Suplementasi pada hewan ternak misalnya pada sapi menunjukkan adanya peningkatan kadar yodium dalam daging tersebut. Denagn demikian, akan meningkatkan konsumsi yodium
- Suntikan minyak yodium
Di Indonesia Pertama kali dilakukan pada tahun 1976 Metode ini tepat digunakan didaerah endemik yang terisolasi. Suntikan ini diberikan pada waita yang berusia dibawah 40tahun. Program ini tidak berhasil dilakukan karna kesulitan dalam administrasinya sehingga tidak tepat sasaran.
- Pengadaan “Hari Pasar” setidaknya 1 kali dalam 1 minggu untuk masyarakat daerah pegunungan
- Penyuluhan rutin untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya yodium
- Merubah pola pikir dan perilaku masyarakat.
- Pembentukan organisasi dan sumber daya pelatihan dan kerja sama dengan wilayah yang bersangkutan.
- Monitoring oleh lembaga yang dinaungi Deprtemen.Kesehatan
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3. 1 KESIMPULAN
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium atau GAKY dapat terjadi dalam semua tahap kehidupan. Dampak yang paling berbahaya adalah kretin. Penyebab utama GAKY adalah asupan yodium yang tidak mencukupi kebutuhan, yaitu yodium. Penanggulangan GAKY dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain fortifikasi garam dengan yodium, suplementasi yodium pada hewan ternak, dan pemberian kapsul minyak yodium.
Bahan makanan yang banyak mengandung yodium adalah bahan makanan yang berasal dari laut. Kebutuhan yodium dalamsehari tergantung dari usia dan kondisi fisiologis.
3.2 SARAN
perlu adanya tindakan khusus terhadap kekurangn yodium di daerah pegunungan, misalnya penyuluhan, pemberitahuan akan pentingnya makanan yang mengandung yodium, merubah pola pikir dan perilaku masyarakat , Pembentukan organisasi dan sumber daya pelatihan dan kerja sama dengan wilayah yang bersangkutan, Monitoring oleh lembaga yang dinaungi Deprt.Kesehatan setempat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan.... di isi